Sedikit orang yang mengetahui tentang mangrove atau pohon bakau. Hal ini akhirnya berefek pada ketidak adaan ahli manggrove di Indonesia. Menjadi tanda tanya bukan jika orang asing lebih mengenal Indonesia lebih dari orang Indonesia tahu. pertanyaan kecil menggelitik inilah yang membuat kami penasaran dan memilih untuk mencari jawabanya secara langsung dengan melakukan expedisi ke daerah yang bernama Mothehan di Cilacap.
pada ekspedisi pertama ada 8 mahasiswa pemeberani yang datang mereka bernama:
- Endang
- Ariadne
- Wiwin
- Tere
- Dina
- Heru
- Arya
- Agus
Semua mahasiswa itu adalah mahasiswa dari Biologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Di sana kami membantu penelitian dosen kami yaitu Romo Sunu. Lebih tepatnya 8 mangrove yang terdapat di nusakambangan dan daerah kampung laut. Tanah di daerah ini juga sangat kas karena terdiri dari endapan lumpur. Pengalaman masuk huta ad
alah pengalam baru dengan medan yang cukup berat. :)
ekspedisi ke dua di jalani oleh dina, agus, arya, dan heru. Dalam ekspedisi kedua kami mulai menemukan ada beberapa pohon yang mulai langka karena di tebang misalnya ngirih(Cilocarpus granatum). Baru dua kali kami melakukan ekxspedisi bersama tapi kami berjanji kan kembali lagi untuk meneliti semuanya secara detail.