Indonesa adalah negara yang menyimpan keindahan yang luar biasa, 70% bagian negaranya adalah laut dan terdapat 17 ribu lebih pulau dengan keanekaragaman hayati tertinggi di kawasan Asia. Hutan lindung tropis di kawasan Sumatra merupakan salah satu sajsi nyata dari keanekaragaman itu. Dalam hutan yang masih lebat inilah tersimpan berbagai rahasia yang tidak di ketahui, di sinilah bunga bangkai mampu tumbuh hingga dua kali tinggi manusia normal, dan bunga Rafflesia arnoldii dapat tumbuh hingga lebar dua meter.
Banyak orang menganggap Rafflesia arnoldii dan bunga bangkai itu sama namun pada pada kenyataanya berbeda. Lebih dari sekedar itu di sini jugalah pepohonan mampu tumbuh hingga 60 meter. Hutan lindung tidak hanya surga bagi tumbuhan tapijuga merupakan tempat yang nyaman bagi badak Sumatra (Dicerorhinus sumatransis) yang merupakan badak terkecil dari sub spesies lainnamun beratnya dapat mencapai 1 ton atau untuk kumpulan gajah Sumatra (Elephant maximus sumatranus) yang seharinya dapat menghabiskan 150 kg rumput segar dan 180 litter air. Percaya atau tidak dalam kondisi serba berkelimpahan istilah hati-hati dengan raja hutan yang berburu masih berlaku di hutan ini. Diwilayah ini terdapat harimau Sumatra (Panthera tigris sumtrae) dengan belang paling hitam di antara spesies yang lain dan membuatnya sesuai dengan hutan yang gelap.
Dahulu Bali dan Jawa juga punya harimau yaitu Panthera tigris balica dan Panthera tigris sondaica namun semua itu musnah dan punah seiring habitat yang semakin sempit dan pemburuan liar yang ada karena lemahnya hukum kita? Tidak hanya Sumatra yang memiliki keanekaragaman, di belahan Indonesia lain juga hidupQuoll yang sering makan serangga, kadal, dan tikus. Ada pula hewan yang berbentuk tikus yaitu opossum yang sering makan getah dan serangga
Sebagian besar peneliti yang datang ke Indonesia mengetahui bahwa kondisi alam di daerah tertentu memang ekstram, karena di sinilah ada suatu hutan yang dapat mengalami banjir sepanjang tahun dan dapat kita tebakyang dapat bertahan di dalamnya adalah berbagai jenis kodok, Anehnya, meskipun kondisi alam yang lebih dari kata berbahaya ini masih terdapat manusia yang mampu bertahan di dalamnya, sebagai contoh adalah suku kurawai yang menangkap ikan dengan teknik membuat bendungan kemudian masukan air secara bersama-sama dengan dayung ke bendungan agar ikanya terjebak. Suku ini tersebar dan masing-masing mengembangkan budayanya dan tidak ada yang lebih aneh dari rumah mereka yang berada di atas pohon setinggi lebih dari 30 meter, semua itu di lakukan agar dapat bertahan di alam yang keras. Masih banyak keindahan di luar sana tentang orang hutan, kasuari, kera gibbon, dan satwa lain yang tersebar sebagai tanda kekayaan Indonesia meskipun dua spesies yaitu harimau jawa dan bali telah punah.
Banyak orang menganggap Rafflesia arnoldii dan bunga bangkai itu sama namun pada pada kenyataanya berbeda. Lebih dari sekedar itu di sini jugalah pepohonan mampu tumbuh hingga 60 meter. Hutan lindung tidak hanya surga bagi tumbuhan tapijuga merupakan tempat yang nyaman bagi badak Sumatra (Dicerorhinus sumatransis) yang merupakan badak terkecil dari sub spesies lainnamun beratnya dapat mencapai 1 ton atau untuk kumpulan gajah Sumatra (Elephant maximus sumatranus) yang seharinya dapat menghabiskan 150 kg rumput segar dan 180 litter air. Percaya atau tidak dalam kondisi serba berkelimpahan istilah hati-hati dengan raja hutan yang berburu masih berlaku di hutan ini. Diwilayah ini terdapat harimau Sumatra (Panthera tigris sumtrae) dengan belang paling hitam di antara spesies yang lain dan membuatnya sesuai dengan hutan yang gelap.
Dahulu Bali dan Jawa juga punya harimau yaitu Panthera tigris balica dan Panthera tigris sondaica namun semua itu musnah dan punah seiring habitat yang semakin sempit dan pemburuan liar yang ada karena lemahnya hukum kita? Tidak hanya Sumatra yang memiliki keanekaragaman, di belahan Indonesia lain juga hidupQuoll yang sering makan serangga, kadal, dan tikus. Ada pula hewan yang berbentuk tikus yaitu opossum yang sering makan getah dan serangga
Sebagian besar peneliti yang datang ke Indonesia mengetahui bahwa kondisi alam di daerah tertentu memang ekstram, karena di sinilah ada suatu hutan yang dapat mengalami banjir sepanjang tahun dan dapat kita tebakyang dapat bertahan di dalamnya adalah berbagai jenis kodok, Anehnya, meskipun kondisi alam yang lebih dari kata berbahaya ini masih terdapat manusia yang mampu bertahan di dalamnya, sebagai contoh adalah suku kurawai yang menangkap ikan dengan teknik membuat bendungan kemudian masukan air secara bersama-sama dengan dayung ke bendungan agar ikanya terjebak. Suku ini tersebar dan masing-masing mengembangkan budayanya dan tidak ada yang lebih aneh dari rumah mereka yang berada di atas pohon setinggi lebih dari 30 meter, semua itu di lakukan agar dapat bertahan di alam yang keras. Masih banyak keindahan di luar sana tentang orang hutan, kasuari, kera gibbon, dan satwa lain yang tersebar sebagai tanda kekayaan Indonesia meskipun dua spesies yaitu harimau jawa dan bali telah punah.
